Optimis Potensi Bisnis Apartemen, Pengembang Makin Bersaing di Cikarang

Acara peluuncuran dan pemilihan unit Kawana Golf Residence di Jababeka, Sabtu (9/12/2017) lalu.
Acara peluuncuran dan pemilihan unit Kawana Golf Residence di Jababeka.
Kompetisi bisnis properti apartemen di kawasan Cikarang dan sekitarnya makin seru hingga menjelang tutup tahun. Berebut menawarkan harga, menjual daya tarik besarnya potensi sewa dari ekspatriat, mulai Jepang sampai Eropa dan Amerika.

Setahun terakhir, yang tercatat paling besar dan massif menjual daya saing Cikarang adalah Lippo Group lewat proyek Meikarta. Terhitung sejak diluncurkan September 2017 lalu, Meikarta gencar menjual potensi Cikarang sebagai kawasan industri nasional yang memiliki 2.125 unit pabrik yang berasal dari 25 negara.

Sebagai salah satu kawasan industri skala raksasa, nilai ekspor Cikarang mampu bersaing dengan Batam. Maka, tak heran pengembang raksasa macam Lippo atau Jababeka melirik potensi tersebut dengan membuat proyek baru.

Dibangun di lahan seluas 500 hektar (ha), investasi Meikarta mencapai senilai Rp 278 tiliun. Harga properti yang ditawarkan Lippo di sini berkisar Rp 127 juta atau sekitar Rp 12,5 juta per meter persegi untuk tipe apartemen studio.

Lain Lippo, lain pula Jababeka Residence. Jika Lippo menjual daya tarik kota baru, Jababeka Residence melansir Kawana Golf Residence yang menawarkan konsep service golf apartment. Untuk proyek ini, Jababeka bahkan menggandeng Creed Group, developer dari Jepang.

“Untuk tahap pertama Kawana direncanakan untuk di-launching hanya 6 lantai atau 78 unit, tapi karena permintaan tinggi, maka kami buka lagi 4 lantai tambahan sehingga total menjadi 10 lantai yang berhasil terjual,” ujar Handoyo Lim, GM Corporate Marketing Jababeka Residence, Kamis (14/12/3017).

Handoyo mengatakan, dari 10 lantai yang berhasil terjual Sabtu (9/12/2017) pekan lalu itu, total unit Kawana yang terjual sebanyak 108 unit. Nilai revenue dari penjualan itu mencapai Rp132,89 miliar.

Total unit di Kawana Golf Residence sendiri nantinya akan mencapai 234 unit, mulai tipe studio (26,55 m2 semi gross) sampai dua tempat tidur (62 m2 semi gross). Harga per unitnya mulai Rp1 miliar hingga Rp2 miliar.

“Kami ingin perlihatkan bahwa apartemen seharga Rp28 juta per meter persegi juga bisa cepat laku dibandingkan apartemen seharga Rp 12 juta per meter per segi di Cikarang,” ujar Handoyo.

Handoyo mengaku optimistis ceruk bisnis apartemen di Cikarang masih sangat besar untuk digarap. Berdasarkan data Colliers International Indonesia, dari total pasokan apartemen baru sebanyak 15.277 unit, yang terserap baru 85,6 persen. Padahal, jumlah pasokan itu jauh lebih rendah seperti yang diproyeksikan oleh Colliers International Indonesia pada awal tahun sekitar 21.167 unit.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *